Apakah Tuhan itu adil……!!!!!!! Ketika sebagian manusia tertawa lebar dengan senyum syahwat di atas singgasana budak yang menangis sembari berlari dan tertatih menuju sebuah sumur kering di balik sungai bersih dan jernih yang dibentengi penguasa.
Apakah Dia Melihat......!!!!!! Tatkala bangkai-bangkai hartawan berjalan menengadah penuh kesombongan, enggan melihat mata-mata buta yang memiliki pandangan suci akan kehidupan dan membuang diri dalam kegelapan tanpa kepedulian.
Apakah Allah itu Mendengar……!!!!! Saat para sufi bergaun sutera bernyanyi indah di balik penjara emas sambil berdialog dengan hati tanpa memperdulikan si bodoh yang sudah enggan bersuara meratapi diri dalam kekosongan sejati.
Berjalan di atas kaki langit dengan menengadah tanpa makna Membusungkan dada di atas awan duka tanpa rasa Bingung kemana arah dan enggan untuk bertanya Kata sudah tersimpan dalam sebuah ideologi tak bernama
Langkah demi langkah menuju sebuah kemerdekaan jiwa Hasrat kebebasan membumbung di angkasa raya Tanya menghentikan sejenak raga yang ingin bersenggama Suara terhenti dibalik dinding-dinding jelata berwajah penguasa
Kebebasan dan tujuan telah dikirim ke pelelangan Hati telah beku dan terkubur dalam sebuah bejana harta Tak ada jawaban yang ada hanya kesempatan untuk ego dan kesombongan Keadilan sudah sirna di balik jubah pemikir semu dan cendikia
Darah dan letih telah tercampur dalam keringat bau dan kotor Rumah hewan telah menjadi tempat untuk merumuskan Undang-Undang Milik si miskin telah diperjual belikan di rumah-rumah bordir Rakyat menangisi diri dan meratapi pemimpin mereka yang mulia
Oh... Pemimpin Mulia Iringi kami menuju birunya kesejahteraan Biarkan kami merasakan indahnya hidup dengan kebanggaan Sirami anak-anak kami dengan pengetahuan untuk merubah wajah kemunafikan Buka telinga, agar kami yakin engkau memang betul-betul manusia
Harapan terikat dengan sayap-sayap yang siap terbang bersama kupu-kupu kecil menuju birunya langit dan tergantung di balik awan hitam yang menangis dengan air mata yang hanya ada kelopak mata dan enggan turun dikala kemarau panjang.
Harapan terbelenggu di bawah kawah panas di tebing kemiskinan dan menghilangkan tawa bayi-bayi kecil yang berteriak kelaparan di kerumunan ladang yang menghijau.
Harapan karam di dasar laut yang dalam dan menenggelamkan benih-benih asa yang inginkan perubahan dan kemakmuran bagi segenap anak bangsa yang hidup dalam gelombang dan badai yang menghentikan impian dan menyimpannya di dalam kotak hitam tak bernama.
Harapan telah berganti dengan mimpi buruk yang terus menghantui anak-anak bangsa di penjuru tanah air yang telah merdeka dari penjajahan.
Harapan untuk membangun sebuah perahu telah pupus telah di buang dan mengalir dilautan kebosanan dan menghilang dengan sendirinya.
Apakah bangsa ini telah merdeka?
Tetapi harapan kami masih terpenjara dalam kapitalisme dan kepentingan pemimpin belaka.
Apakah rakyat Indonesia telah merdeka?
Ketika kebodohan, kemiskinan dan kesenjangan menjadi santapan sehari-hari yang begitu memilukan dan menyakitkan mata-mata pejuang.
Apakah Republik ini telah merdeka?
Ketika rakyatnya dibiarkan hidup dalam harapan dan mati dengan membawa harapan itu bersamanya.
Andai engkau adalah mimpiku, aku ingin berbaring di gelap malam dan tertidur dalam tiap detik waktu. Akan kuhiasi kesendirianku dengan berbagi cinta dan kesedihan tanpa harus takut pagi datang dan menghilangkan seluruh asa dan angan. Kuhapus seluruh duka dan air mata dengan tawa dan canda agar semua orang berkata bahwa cinta itu ada.
Andai engkau adalah mimpiku, matahari tak akan pernah bersinar untuk mengganggu dan membangunkanku. Kujadikan engkau seorang permaisuri dalam sebuah istana tanpa hulubalang dan perwira, dan aku akan menjadi pelayan dan tabib yang selalu mendampingimu, akan kupersembahkan lagu-lagu cinta agar engkaupun enggan untuk terbangun dari mimpimu.
Andai engkau adalah mimpiku, aku ingin selalu berada disampingmu dan bercerita tentang keindahan tanpa basa-basi dan rayuan tak bermakna hingga engkau tak pernah mengenal dan berbicara dengan orang asing, yang ada hanya aku dan mimpi.
Andai engkau adalah mimpiku, izinkan aku mengganti mimpimu dengan mimpiku hingga yang ada hanya kita berdua dan mimpi indah tentang cita dan cinta. Aku akan menjadi pemimpi yang selalu memimpikanmu untuk menghiasi mimpi-mimpiku dan membawamu bersama menguntai mimpi-mimpi akan kebesaran Pencipta Mimpi yang menghiasi mimpi-mimpiku selama ini.
Indonesia negara yang kaya akan nilai-nilai budaya yang tidak terhitung jumlahnya, aneka budaya ini seharusnya menjadi sebuah anugerah dan selalu di jaga oleh seluruh element masyarakat khususnya pemerintah.
Terakhir, banyak diberitakan diberbagai media di Indonesia bahwa telah terjadi klaim terhadap budaya-budaya Indonesia baik itu berupa tarian dan berbagai budaya yang seharusnya merupakan bagian dari kedaulatan sebuah negeri yang besar seperti Indonesia. Mulai saat ini kita sebagai masyarakat Indonesialah yang seharusnya menjaga dan mensosialisasikan budaya kita di dunia, jangan biarkan bangsa lain mencoba mengambil dan menjiplak warisan leluhur yang merupakan identitas bangsa yang majemuk ini.
Pendiri bangsa Bung Karno sebagai penjaga negeri ini telah memberikan jalan dengan menyampaikan slogan "GANYANG MALAYSIA", ini adalah sebuah gerakan nasionalisasi untuk menjaga kedaulatan bangsa ini, artinya ketika ada sebuah negara yang ingin memojokkan dan merendahkan bangsa ini pemerintah harus menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa ini tidak pernah mentolerir kegiatan-kegiatan yang mencoba dan mengarah kepada melumpuhkan integritas negeri ini dalam kedaulatannya baik itu dari sisi budaya dan teritorial. Sudah saatnya pemerintah bertindak dan melakukan upaya-upaya diplomatis, seandainya upaya-upaya diplomatis tidak menghentikan agresi budaya dari bangsa lain, maka PEMUDA INDONESIA siap berjihad untuk menjaga nama baik dan kedaulatan bangsa ini.
Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki kebudayaan yang begitu banyak dan indah, itu ditunjukkan dengan banyaknya penjiplakan dan klaim akan budaya Indonesia, masyarakat Indonesia khususnya leluhur kita adalah masyarakat kreatif yang selalu berkarya di segala bidang dan sangat jauh dari tindakan-tindakan tercela seperti yang telah dilakukan negara jiran yang mengambil dan mengakui sebuah budaya yang seharusnya menjadi identitas bangsa lain. Sebagai bangsa yang berbudaya dan masyarakat yang terlahir dengan budaya, maka kita seharusnya melakukan tindakan-tindakan yang beradab sebagai bukti bahwa kita adalah masyarakat yang berbudaya, tapi itu tidak berarti bahwa kita akan selamanya diam menerima tindakan-tindakan dari negara lain yang mencoba mengikis dan mencuri budaya yang telah susah payah dibangun dan dikembangkan oleh pendahulu-pendahulu kita. Sebagai pemuda yang berbudaya, mari kita lestarikan budaya bangsa ini dengan mencintai budaya tersebut dan hidup dengan identitas kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman budaya. Namun ketika kebudayaan kita mulai diinjak-injak, maka pemuda Indonesia harus ikut membantu pemerintah dalam upaya pelestarian budaya lewat media online ini, nah mulai sekarang kita gunakan simbol-simbol budaya yang menjadi ciri bangsa yang besar ini. Baik itu banner yang kita gunakan dan element yang ada di website dan blog kita. Lewat semangat kemerdekaan ini mari kita jaga dan lestarikan budaya Indonesia.
DIRGAHAYU INDONESIAKU
Suara angin mengantarkan keindahan berita di Negeri yang telah terjajah ideologi dan miskin demokrasi.
Bendera rakyat mulai dikibarkan dengan gagah berani di atas tiang yang telah berdiri selama 46 tahun.
Tangan asing mulai terangkat untuk memberi salut dan hormat, karena pemimpin telah membuka diri dan membangun istana-istana untuk rakyat.
Merah putih telah menjadi milik bangsa, bukan milik sebagian ras dan golongan atau sebagian pulau belaka.
Rakyat telah berjalan di atas tumpah darah dengan bangga, karena sudah tidak ada pembeda dan pengkastaan antara jelata dan ksatria.
Seluruh tumpah darah Indonesia berjalan di atas air mengalir untuk memberikan kesuburan dan kesejahteraan untuk Republik tercinta.
Dirgahayu Indonesiaku….
Bangunlah Pemimpinku, kepakkan sayapmu untuk membangun negeri ini…
Bangunlah Rakyatku, terbanglah dengan rasa bangga dan tanpa malu…
Berkibarlah benderaku, bersama angin kemerdekaan dan kedaulatan negeri ini…
Sejak kecil atau setidaknya dari SD kelas 6, aku selalu bercita-cita membangun sebuah rumah kecil untukku dan keluargaku. Ayahku adalah seorang tukang kayu atau tukang yang biasa disewa orang untuk memperbaiki dan membuat rumah mereka, saat kelas 6 SD ayahku mengalami sebuah kecelakaan dan terjatuh dari lantai II ketika sedang melakukan pekerjaannya di sebuah bangunan baru dekat rumah, kaki ayah patah dan selama kurang lebih enam bulan ayah hanya di rawat di rumah dan tidak dapat melakukan kegiatan apapun juga selain mengerang kesakitan. Kejadian itu selalu mengiang di fikiran dan hatiku, bagaimana seorang ayah membangun sebuah rumah untuk orang lain dan menghancurkan rumahnya sendiri, sejak itu ibu yang mengambil peran ayahku.... Ibu membuat kue dan dijajakan di warung-warung dekat rumah. Ayah hanya dapat membantu ibu dalam mempersiapkan kue-kue yang akan mereka jajakan itu. Aku menangis ketika melihat mereka, tapi aku hanya seorang anak kecil yang juga punya mimpi besar seperti ayahku, membangun istana untuk keluargaku